Pindah Rumah

Buat anda yang berkunjung kesini ini mohon ma’af blog ini tidak akan di update lagi karena blog saya berpindah kesini!

Posting Gambar dengan Ponsel

Pada postingan terdahulu Saya pernah menulis trik memposting gambar via ponsel di blog yang ini! tapi ini berlaku untuk Blogger. Bagai mana kalau untuk WordPress? Saya baru tahu satu cara dan inipun sekedar alternatif yang saya pikirkan sendiri. Sahabat boleh menggunakan cara ini atau mungkin punya cara lain? Mohon kasih tau saya kalau sekiranya ada cara lain.

Ini cara yang saya dapatkan! Bila anda mempunyai blog di Blogger maka buatlah satu blog selain blog utama. Selengkapnya…

Membuat Konsep Postingan di Ponsel

Memang ada kelebihan tersendiri bagi kita yang blogging via ponsel. Apa sih kelebihannya? Ya…karena ponsel atau orang banyak mengenal dengan sebutan HP, adalah piranti yang sangat kecil jadi bisa kita masukan ke kantong pakaian dan dibawa ke mana-mana. Anggap saja ponsel sama dengan laptop walaupun dari segi Selengkapnya…

Melihat Sebagian Kecil Belahan Dunia Lewat Genggaman

Saat ini internet bukan hal yang asing lagi bagi kebanyakan orang karena internet kini tak hanya bisa di akses dengan perangkat komputer seperti PC dan Laptop. Tapi hanya dengan menggunakan Ponsel atau Handphone sudah bisa menjelajahi dunia Cyber. Apalagi kini hampir semua orang memiliki alat komunikasi yang namanya Ponsel dan biaya GPRS pun hampir setiap operator seluler menawarkan tarif GPRS murah. Selengkapnya…

Cara Mengimpor Blog

Hampir setiap hostingan blog menyediakan fasilitas eksport dan import. Hal ini juga tersedia pada WordPress dan ini bisa kita gunakan untuk berbagai keperluan misalnya untuk mem-backup
blog lain atau untuk mengambil isi dari blog kita yang lain dan tidak perlu memposting ulang ketika kita Selengkapnya…

Bertukar Ilmu dengan Teman

Sudah agak lama saya membuat blog di WordPress ini namun lama juga saya tinggal dan tidak pernah di update. Pasalnya karena saya sempat bingung untuk memasang aksesories atau widget. Sejak beberapa bulan lalu saya coba otak-atik mencari cara memasang widget tapi hasilnya tetap Selengkapnya…

Surat dari Seorang Ibu Yang Terkoyak Hatinya

Anakku….
Ini surat dari ibu yang
tersayat hatinya.
Linangan air mata
bertetesan deras
menyertai tersusunnya
tulisan ini. Aku lihat
engkau lelaki yang gagah
lagi matang. Bacalah
surat ini. Dan kau boleh
merobek-robeknya
setelah itu, seperti saat
engkau meremukkan
kalbuku sebelumnya.
Sejak dokter mengabari
tentang kehamilan, aku
berbahagia. Ibu-ibu
sangat memahami makna
ini dengan baik. Awal
kegembiraan dan
sekaligus perubahan
psikis dan fisik. Sembilan
bulan aku
mengandungmu. Seluruh
aktivitas aku jalani
dengan susah payah
karena kandunganku.
Meski begitu, tidak
mengurangi
kebahagiaanku.
Kesengsaraan yang tiada
hentinya, bahkan
kematian kulihat didepan
mataku saat aku
melahirkanmu. Jeritan
tangismu meneteskan air
mata kegembiraan kami.
Berikutnya, aku layaknya
pelayan yang tidak
pernah istirahat.
Kepenatanku demi
kesehatanmu.
Kegelisahanku demi
kebaikanmu. Harapanku
hanya ingin melihat
senyum sehatmu dan
permintaanmu kepada Ibu
untuk membuatkan
sesuatu.
Masa remaja pun engkau
masuki. Kejantananmu
semakin terlihat, Aku pun
berikhtiar untuk
mencarikan gadis yang
akan mendampingi
hidupmu. Kemudian
tibalah saat engkau
menikah. Hatiku sedih
atas kepergianmu, namun
aku tetap bahagia
lantaran engkau
menempuh hidup baru.
Seiring perjalanan waktu,
aku merasa engkau
bukan anakku yang dulu.
Hak diriku telah
terlupakan. Sudah sekian
lama aku tidak bersua,
meski melalui telepon. Ibu
tidak menuntut macam-
macam. Sebulan sekali,
jadikanlah ibumu ini
sebagai persinggahan,
meski hanya beberapa
menit saja untuk melihat
anakku.
Ibu sekarang sudah
sangat lemah. Punggung
sudah membungkuk,
gemetar sering melecut
tubuh dan berbagai
penyakit tak bosan-
bosan singgah kepadaku.
Ibu semakin susah
melakukan gerakan.
Anakku…
Seandainya ada yang
berbuat baik kepadamu,
niscaya ibu akan
berterima kasih
kepadanya. Sementara
Ibu telah sekian lama
berbuat baik kepada
dirimu. Manakah balasan
dan terima kasihmu pada
Ibu ? Apakah engkau
sudah kehabisan rasa
kasihmu pada Ibu ? Ibu
bertanya-tanya, dosa apa
yang menyebabkan
dirimu enggan melihat dan
mengunjungi Ibu ?
Baiklah, anggap Ibu
sebagai pembantu, mana
upah Ibu selama ini ?
Anakku..
Ibu hanya ingin melihatmu
saja. Lain tidak. Kapan
hatimu memelas dan luluh
untuk wanita tua yang
sudah lemah ini dan
dirundung kerinduan,
sekaligus duka dan
kesedihan ? Ibu tidak
tega untuk mengadukan
kondisi ini kepada Dzat
yang di atas sana. Ibu
juga tidak akan
menularkan kepedihan ini
kepada orang lain. Sebab,
ini akan menyeretmu
kepada kedurhakaan.
Musibah dan hukuman
pun akan menimpamu di
dunia ini sebelum di
akhirat. Ibu tidak akan
sampai hati
melakukannya,
Anakku…
Walaupun bagaimanapun
engkau masih buah
hatiku, bunga kehidupan
dan cahaya diriku…
Anakku…
Perjalanan tahun akan
menumbuhkan uban di
kepalamu. Dan balasan
berasal dari jenis amalan
yang dikerjakan.
Nantinya, engkau akan
menulis surat kepada
keturunanmu dengan
linangan air mata seperti
yang Ibu alami. Di sisi Allah,
kelak akan berhimpun
sekian banyak orang-
orang yang menggugat.
Anakku..
Takutlah engkau kepada
Allah karena
kedurhakaanmu kepada
Ibu. Sekalah air mataku,
ringankanlah beban
kesedihanku. Terserahlah
kepadamu jika engkau
ingin merobek-robek
surat ini. Ketahuilah,
“Barangsiapa beramal
shalih maka itu buat
dirinya sendiri. Dan orang
yang berbuat jelek, maka
itu (juga) menjadi
tanggungannya sendiri”.
Anakku…
Ingatlah saat engkau
berada di perut ibu. Ingat
pula saat persalinan yang
sangat menegangkan. Ibu
merasa dalam kondisi
hidup atau mati. Darah
persalinan, itulah nyawa
Ibu. Ingatlah …..
Ingatlah…
“Wahai, Rabbku,
sayangilah mereka
berdua seperti mereka
menyayangiku waktu aku
kecil”.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.